Selasa, 10 Mei 2016

DUKUNG TRISTAN ALIF GOES TO EUROPE 2016

SELAMATKAN TRISTAN ALIF NAUFAL

Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu yang lalu, salah satu Academy Sepak Bola terbaik dunia Ajax Amsterdam mengundang Alif untuk berlatih di Ajax Camp Academy secara gratis.
Perlu diketahui juga, undangan untuk berlatih di Ajax Camp itu bukan perkara mudah yang bisa diperoleh Pemain Sepak Bola. Itu impian bagi seluruh anak-anak pesepak bola junior di seluruh dunia. Bahkan pemain-pemain Junior asli Benua Eropa, Benua Amerika dan Negara-Negara yang sepak bolanya hebat pun sulit sekali bisa mendapatkan undangan untuk berlatih di Ajax Camp. Bisa dibilang 1:1juta anak. Dan Alif mendapatkannya. Sang Kiper Legendaris Edwin Van der Sar (Head Youth Development Ajax pada saat itu) yang langsung mengundangnya melalui email yang ditujukan ke pihak keluarga Alif.
Tanpa pikir panjang kesempatan emas ini benar-benar digunakan Alif bersama keluarga langsung berangkat ke Amsterdam untuk mengikuti proses latihan bersama Ajax Camp. Meskipun keberangkatan sedikit terhambat karena masalah Birokrasi pembuatan Pasport dan sebagainya yang terkenal ribet di Negeri ini pada saat itu.
Di Ajax Academy, para pemain Junior tidak hanya berlatih sepak bola, namun seperti di sekolah pada umum nya, mereka juga mendapatkan pelajaran lain seperti matematik, seni musik, seni rupa, senam, karate dan materi-materi lain yang dapat memancing bakat serta kinerja otak yang baik. Dimana cara berfikir cepat disertai tindakan akurat adalah salah satu poin dasar penting untuk bermain sepak bola.
Dengan berbekal tekad, kerja keras, mereka pun akhirnya berhasil menetap di Amsterdam untuk mendukung alif mengikuti program latihan di Club Ajax Amsterdam dengan biaya pribadi. Tidak ada dukungan yang berarti dari Pemerintah disini maupun pihak KBRI di Belanda dalam menyikapi kesempatan Tristan Alif ini. Meskipun begitu, beberapa prestasi individu berhasil diraih oleh Alif ketika berlatih di Ajax Academy. Dia beberapa kali mendapat penghargaan Best Player di beberapa Kompetisi yang diikuti Tim Junior Ajax. Bahkan, ia sudah bermain dengan Tim usia 12 tahun Ajax, dimana pada saat itu Alif masih ber-umur 9 tahun.
Kurang lebih 9 bulan Alif mengikuti Program Beasiswa latihan di Ajax Camp sampai hingga akhirnya pihak Club Ajax Amsterdam mendapat teguran dari induk Sepakbola Dunia FIFA perihal keberadaan Alif di Club tersebut. FIFA menuding keberadaan Alif di Ajax Camp merupakan pelanggaran terkait Undang-Undang Regulasi pemain dibawah umur (lebih jelasnya googling hehe). Sehingga FiFA mengancam akan memberi sanksi Club Ajax Amsterdam apabila Alif masih berkegiatan sepak bola di Ajax (sanksinya seperti club Barcelona). Dan yang lebih menyedihkan, sanksi itu bisa ber-imbas menyebabkan Alif tidak bisa mengikuti kompetisi resmi FIFA selamanya.
Setelah teguran tersebut, untuk sementara waktu Alif tidak bisa bermain untuk Ajax Junior. Namun di sisa waktu izin tinggal nya di Belanda, Klub besar Belanda lain asal Kota Rotterdam Feyenord diam-diam mengundang Alif untuk Trial / uji coba latihan bersama Tim Junior mereka. Alif pun mengikuti kegiatan latihan yang tidak kalah berkelas bersama Klub Feyenord Junior. Dan di sana Alif kembali mendapat beberapa Penghargaan Individu.
Setelah jalan yang berliku, udara segar kembali datang di tahun 2016. Saat ini salah satu Klub Liga BBVA Spanyol siap menampung bakat Tristan Alif untuk bergabung menjadi bagian dari mereka.
Jalan untuk mewujudkan impian salah satu Aset Berharga Indonesia melalui kancah sepak bola kembali terbuka lebar. Ia perlu biaya untuk mewujudkan impiannya. Ingatlah, Impiannya adalah impian Bangsa ini jua.
Mari kawan-kawan, kita dukung anak-anak seperti Tristan Alif ini. Selamatkan cita-cita Putera Bangsa yang berpeluang mengharumkan nama Indonesia. Jangan biarkan harapan palsu menghambat impian mereka. Sedikitpun dukungan anda sangat Berharga bagi mereka
Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu yang lalu, salah satu Academy Sepak Bola terbaik dunia Ajax Amsterdam mengundang Alif untuk berlatih di Ajax Camp Academy secara gratis.
Perlu diketahui juga, undangan untuk berlatih di Ajax Camp itu bukan perkara mudah yang bisa diperoleh Pemain Sepak Bola. Itu impian bagi seluruh anak-anak pesepak bola junior di seluruh dunia. Bahkan pemain-pemain Junior asli Benua Eropa, Benua Amerika dan Negara-Negara yang sepak bolanya hebat pun sulit sekali bisa mendapatkan undangan untuk berlatih di Ajax Camp. Bisa dibilang 1:1juta anak. Dan Alif mendapatkannya. Sang Kiper Legendaris Edwin Van der Sar (Head Youth Development Ajax pada saat itu) yang langsung mengundangnya melalui email yang ditujukan ke pihak keluarga Alif.
Tanpa pikir panjang kesempatan emas ini benar-benar digunakan Alif bersama keluarga langsung berangkat ke Amsterdam untuk mengikuti proses latihan bersama Ajax Camp. Meskipun keberangkatan sedikit terhambat karena masalah Birokrasi pembuatan Pasport dan sebagainya yang terkenal ribet di Negeri ini pada saat itu.
Di Ajax Academy, para pemain Junior tidak hanya berlatih sepak bola, namun seperti di sekolah pada umum nya, mereka juga mendapatkan pelajaran lain seperti matematik, seni musik, seni rupa, senam, karate dan materi-materi lain yang dapat memancing bakat serta kinerja otak yang baik. Dimana cara berfikir cepat disertai tindakan akurat adalah salah satu poin dasar penting untuk bermain sepak bola.
Dengan berbekal tekad, kerja keras, mereka pun akhirnya berhasil menetap di Amsterdam untuk mendukung alif mengikuti program latihan di Club Ajax Amsterdam dengan biaya pribadi. Tidak ada dukungan yang berarti dari Pemerintah disini maupun pihak KBRI di Belanda dalam menyikapi kesempatan Tristan Alif ini. Meskipun begitu, beberapa prestasi individu berhasil diraih oleh Alif ketika berlatih di Ajax Academy. Dia beberapa kali mendapat penghargaan Best Player di beberapa Kompetisi yang diikuti Tim Junior Ajax. Bahkan, ia sudah bermain dengan Tim usia 12 tahun Ajax, dimana pada saat itu Alif masih ber-umur 9 tahun.
Kurang lebih 9 bulan Alif mengikuti Program Beasiswa latihan di Ajax Camp sampai hingga akhirnya pihak Club Ajax Amsterdam mendapat teguran dari induk Sepakbola Dunia FIFA perihal keberadaan Alif di Club tersebut. FIFA menuding keberadaan Alif di Ajax Camp merupakan pelanggaran terkait Undang-Undang Regulasi pemain dibawah umur (lebih jelasnya googling hehe). Sehingga FiFA mengancam akan memberi sanksi Club Ajax Amsterdam apabila Alif masih berkegiatan sepak bola di Ajax (sanksinya seperti club Barcelona). Dan yang lebih menyedihkan, sanksi itu bisa ber-imbas menyebabkan Alif tidak bisa mengikuti kompetisi resmi FIFA selamanya.
Setelah teguran tersebut, untuk sementara waktu Alif tidak bisa bermain untuk Ajax Junior. Namun di sisa waktu izin tinggal nya di Belanda, Klub besar Belanda lain asal Kota Rotterdam Feyenord diam-diam mengundang Alif untuk Trial / uji coba latihan bersama Tim Junior mereka. Alif pun mengikuti kegiatan latihan yang tidak kalah berkelas bersama Klub Feyenord Junior. Dan di sana Alif kembali mendapat beberapa Penghargaan Individu.
Setelah jalan yang berliku, udara segar kembali datang di tahun 2016. Saat ini salah satu Klub Liga BBVA Spanyol siap menampung bakat Tristan Alif untuk bergabung menjadi bagian dari mereka.
Jalan untuk mewujudkan impian salah satu Aset Berharga Indonesia melalui kancah sepak bola kembali terbuka lebar. Ia perlu biaya untuk mewujudkan impiannya. Ingatlah, Impiannya adalah impian Bangsa ini jua.
Mari kawan-kawan, kita dukung anak-anak seperti Tristan Alif ini. Selamatkan cita-cita Putera Bangsa yang berpeluang mengharumkan nama Indonesia. Jangan biarkan harapan palsu menghambat impian mereka. Sedikitpun dukungan anda sangat Berharga bagi mereka.


Klik link dibawah ini untuk mendukung Tristan Alif Menjadi Indonesian World Class Player Ever!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar